Qodho' dan Qodhar

 

Nama: Lauzah Hawa Era Jauhari

Kelas: IX-I

Absen: 18

BERIMAN KEPADA QODHO’ DAN QHODAR

SERTA BAGAIMANA HUBUNGANYA DENGAN KEHIDUPAN KITA

                               

                Mempercayai qada dan qhadar merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini oleh umat Islam. Iman kepada qada dan qhadar memiliki makna bahwa manusia harus meyakini sepenuh hati akan adanya takdir Allah, bahwa Allah SWT memiliki kehendak dan ketetapan atas semua makhluk-Nya. Dalam hal ini Allah tegas mengisyaratkan bahwa ridho kepada ketentuan Allah adalah wajib bagi kita sebagaimana tersebut dalam hadist qudsi riwayat Imam At-Thabrani yang artinya:

 قال الله تعلى : من لم يرض بقضا ئى وقدرى ولم يصبر على بلا ئى فليلتمس ربّا سواي. (رواه الطبرانى)

Artinya: “Allah swt berfirman “Barang siapa tidak rela dengan qadha dan qadhar-Ku dan tidak sabar terhadap bencana yang Aku timpakan atasnya, maka hendaknya ia mencari Tuhan selain Aku”.(HR Al-Thabrani).

Qada berarti ketetapan. Sebelum manusia lahir dan dunia ada, Allah telah menciptakan ketetapan tentang kehidupan, yaitu :

  • Kelahiran seseorang
  • Jenis kelamin
  • Penampilan fisik
  • Jodoh
  • Kematian
  • Rizki

Sementara qadar berarti peraturan atau wujud dari ketentuan Allah terhadap semua makhluk menurut ukursn dsn bentuk tertentu sesuai irodah Allah atau biasa disebut dengan takdir.

 

takdir yang masih dapat diubah oleh manusia dengan cara berikhtiar dengan sungguh-sungguh, berd

oa, dan tawakal. Sedangkan qada merupakan sebuah ketetapan dari Allah SWT yang tidak dapat diubah.

Contoh takdir yang tidak dapat diubah (qada) di antaranya:

  • Kelahiran seseorang
  • Jenis kelamin
  • Penampilan fisik
  • Kematian

Takdir Allah merupakan irodah (kehendak) Allah. Oleh sebab itu takdir tidak selalu sesuai dengan keinginan kita. Tatkala takdir atas diri kita sesuai dengan keinginan kita, hendaklah kita beresyukur karena hal itu merupakan nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Ketika takdir yang kita alami tidak menyenangkan atau merupakan musibah, maka hendaklah kita terima dengan sabar dan ikhlas. Kita harus yakin, bahwa di balik musibah itu ada hikmah yang terkadang kita belum mengetahuinya. Allah Maha Mengetahui atas apa yang diperbuatnya.

 

Aplikasi dalam kehidupan adalah kita harus yakin dengan sepenuh hati bahwa segala sesuatu yang terjadi pada diri kita, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan adalah atas kehendak Allah. Namun bukan berarti dalam hidup kita hanya berdiam diri menunggu hal tersebut menghampiri kita, karena keberhasilan tidak datang dengan sendirinya. Manusia diwajibkan untuk berusaha dan mengembalikan segala urusannya kepada Allah SWT, sehingga apapun yang terjadi kita dapat menerimanya dengan ridha dan ikhlas.

 

Takdir sendiri dibagi 2 yaitu :

1.      Takdir Muallaq adalah ketentuan Allah SWT yang berhubungan dengan usaha-usaha atau ikhitiat

Contoh takdir muallaq adalah keberhasilan anak sekolah meraih prestasi dengan giat belajar.

Dalil takdir muallaq tertulis dalam Quran surat Ar Rad ayat 11, Allah SWT berfirman mengenai sesuatu yang tidak dapat diubah sampai suatu kaum tersebut mau mengubahnya.

         ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ

Artinya : Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.

2.      Takdir Mubram adalah takdir yang pasti berlaku pada setiap manusia dan tidak dapat diikhtiarkan.

Contoh takdir mubram adalah kematian. Apabila saat kematian telah datang upaya apapun tidak akan dapat menanggulanginya karena Allah telah menentukan seseorang harus meninggal dunia saat itu.

   اِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ 

Artinya : Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.

Dengan beriman kepada qadha dan qadar, banyak hikmah yang amat berharga bagi kita dalam menjalani kehidupan dunia dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Hikmah tersebut antara lain:

1.      Bersyukur dan bersabar

Orang yang beriman kepada qadha dan qadar, apabila mendapat keberuntungan, maka ia akan bersyukur, karena keberuntungan itu merupakan nikmat Allah yang harus disyukuri. Sebaliknya apabila terkena musibah maka ia akan sabar, karena hal tersebut merupakan ujian. Firman Allah :

وَمَا بِكُمْ مِّنْ نِّعْمَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ ثُمَّ اِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ                فَاِلَيْهِ تَجْـَٔرُوْنَۚ    

 

Artinya:”dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah( datangnya), dan bila ditimpa oleh kemudratan, maka hanya kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan. ” ( QS. An-Nahl ayat 53).

 

2.      Menjauhkan Diri dari Sifat Sombong dan Putus Asa

Orang yang tidak beriman kepada qadha dan qadar, apabila memperoleh keberhasilan, ia menganggap keberhasilan itu adalah semata-mata karena hasil usahanya sendiri. Ia pun merasa dirinya hebat. Apabila ia mengalami kegagalan, ia mudah berkeluh kesah dan berputus asa , karena ia menyadari bahwa kegagalan itu sebenarnya adalah ketentuan Allah

 

3.      Optimis dan giat bekerja

Tidak ada seorangpun yang mengetahui takdir apa yang terjadi pada dirinya. Semua orang tentu menginginkan bernasib baik dan beruntung.Keberuntungan itu tidak datang begitu saja, tetapi harus diusahakan.Oleh sebab itu, orang yang beriman kepada qadha dan qadar senantiasa optimis dan giat bekerja untuk meraih kebahagiaan dan keberhasilan itu.

 

4.      Ketenangan jiwa

Orang yang beriman kepada qadha dan qadar senantiasa mengalami ketenangan jiwa dalam hidupnya, sebab ia selalu merasa senang dengan apa yang ditentukan Allah kepadanya. Jika beruntung atau berhasil, ia bersyukur. Jika terkena musibah atau gagal, ia bersabar dan berusaha lagi.

 

5.      Memperkuat Tawakkal kepada Allah

Sikap tawakal mampu membuat seseorang menjadi lebih sabar dan selalu bersyukur dengan apa yang telah diberikan oleh Allah SWT. Orang yang beriman kepada Qodho’ dan Qodar  menyadari bahwa kebaikan dan keburukan yang terjadi pada diri merka semata mata menjadi hak mutlak kehendak Allah SWT.

Dengan begitu, kehidupan yang kita jalani adalah ketentuan dari Allah SWT. Maka kita harus menerimanya dengan rasa sabar dan ikhlas sebagai bentuk keimanan kita terhadap Qodho’ dan Qodhar Allah SWT.

                                                    ────────────── ・ 。゚☆: *.☽ .* :☆゚. ────────────────


 

Comments